News

Mantan Drummer Black Sabbath Menuntut Permohonan Maaf Ozzy Osbourne

17 April 2015

Mantan drummer yang juga merupakan personel asli Black Sabbath, Bill Ward, belum lama ini menuliskan sebuah surat terbuka di laman penggemar miliknya di Facebook. Dalam surat terbuka itu, ia menjelaskan tentang perseteruan yang terjadi antara dirinya dengan personel Black Sabbath yang lain, Ozzy Osbourne. Seperti dilansir Rolling Stone, perseteruan yang terjadi di antara mereka berdua memang telah berlangsung sejak 2012 silam.

"Dengan berat hati, saya harus mengatakan bahwa saya tidak akan bergabung dengan kegiatan bermusik apapun (dari Black Sabbath) sampai pelurusan informasi atas hal-hal yang salah mengenai diri saya dilakukan. Harus saya akui, saya tidak berharap terlalu banyak tentang hal ini, namun saya sangat menantikan tanggung jawab yang jujur atas segala pernyataan Ozzy yang saya rasa tidak benar," tulis Ward.

Ward sendiri dalam pernyataan tersebut tidak spesifik menjelaskan pernyataan Osbourne mana yang dipermasalahkan. Namun menurut Rolling Stone, diduga kuat maksud Ward tersebut mengacu kepada pernyataan Osbourne pada Agustus 2013 lalu saat ia berujar bahwa Ward memiliki kelebihan berat badan yang luar biasa.

"Saya pikir dia tidak akan mampu menyelesaikan penampilannya. Jujur saja, seorang drummer harus dalam kondisi yang prima. Dia telah mengalami dua kali serangan jantung. Saya tidak ingin bertanggung jawab atas hidupnya," tutur Osbourne kala itu.

Masih dalam pernyataan tertulisnya itu, Ward mengungkapkan bahwa sebenarnya hubungannya dengan Black Sabbath kala itu tidak ada masalah. Namun akibat ucapan Osbourne tersebut, Ward memutuskan menjaga jarak dari vokalis yang menjadi ikon band tersebut.

Rupanya hal itu pula yang menjadi alasan Ward untuk tidak turut bergabung saat band yang telah terbentuk sejak 1968 silam itu memutuskan reuni pada 2011. Ward  beranggapan perlu ada hal yang diselesaikan terlebih dahulu sebelum mereka dapat melanjutkan semuanya. "Yang saya dengar hanyalah hinaan dan pernyataan yang salah," tulis Ward.

"Semuanya kini terserah mereka. Saya sesungguhnya rindu bermain musik bersama mereka. Saya mengalami patah hati karena kehilangan sosok band yang dulu saya bayangkan. Sekarang Anda tahu di sisi mana saya berada," tulis Ward lagi dalam pernyataan tersebut.

Sementara itu, pihak Black Sabbath sendiri hingga saat ini belum memberikan tanggapannya terkait surat terbuka dari mantan penggebuk drum grup musik asal Inggris itu. (rollingstone.co.id)