News

Vokalis Behemoth: 'Pemimpin Rusia Itu Idiot'

20 Desember 2014

Unit black metal asal Polandia, Behemoth terpaksa harus membatalkan beberapa konser dalam tur di Rusia mereka pada Mei lalu. Behemoth bahkan diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut setelah dituduh melanggar peraturan visa di Rusia.

Sang pentolan, Adam “Nergal” Darski berbicara mengenai hal ini kepada Metal Hammer, ia mengatakan, “Rusia sebenarnya sangat penting dalam tur promo album The Satanist kami dan juga dalam karir band, karena setelah menyelesaikan empat tur konser di Rusia dengan sukses, kami tidak dapat menyelesaikan satu tur di Rusia, yang merupakan tur Satanist.”

“Kami berhasil memainkan empat konser dari 13 konser, dan banyak rintangan yang menghalangi kami dan mencoba untuk menghentikan kami menyelesaikan tur yang membuat kami menyerah, terutama ketika mereka benar-benar memaksa kami untuk meninggalkan negara itu. Kami tidak dapat menabrak tembok itu lagi, jadi kami menyerah dan kembali ke Polandia, lalu kami mendapat larangan masuk ke Rusia selama lima tahun. Tapi, kejadian ini juga sangat penting dalam perputaran album kami,” lanjutnya.

“Saya sudah tenang sekarang dan lebih santai mengenai hal tersebut, jadi saya tidak sekesal dan semarah ketika saya baru kembali dari sana. Tapi, ya, mari tunggu untuk waktu yang lebih baik di sana, karena sejujurnya saya menyukai orang-orang Rusia. Penonton yang baik dan orang-orang hebat. Hanya terdapat sedikit fakta kecil jika mereka memiliki seorang idiot sebagai pemimpin negara. Tapi kemudian, sesuatu tidak akan bertahan selamanya, jadi kami harus menunggu waktu yang lebih baik dan berhasil kembali ke sana bahkan lebih besar dari yang sebelumnya,” tegas Nergal.

Dilansir Blabbermouth, bukan hanya Behemoth yang pernah terlibat masalah untuk konser di Rusia. Pada Juni lalu, Marilyn Manson terpaksa untuk membatalkan konsernya di Moskow akibat ancaman bom dan konser Cannibal Corpse yang dibatalkan oleh polisi bersenjata setempat pada Oktober silam. (rollingstone.co.id)